Selasa, 25 November 2014

    Artikel Teknologi Dan Kejuruan


Program Studi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan merupakan salah satu sub sistem dalam sistem pendidikan nasional. Program studi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (PTK) pada PPS UNM merupakan Program Studi S2 yang keempat belas yang diselenggarakan berdasarkan izin penyelenggaraan dari Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan No. 310/E/O/2012 tanggal 4 September 2012. Program studi pendidikan teknologi dan kejuruan ini sebelumnya merupakan konsentrasi dari Program Studi Pendidikan Fisika yang saat ini telah berdiri sendiri.
Pembukaan tersebut dilakukan karena banyaknya permintaan dan kebutuhan magister pendidikan teknologi dan kejuruan oleh masyarakat, pendidikan dan instansi. Selanjutnya hal-hal lain yang melatar belakangi banyaknya permintaan pembukaan tersebut antara lain kenyataan yang terjadi di Negara kita. Pendidikan di negara kita, khususnya pada pendidikan menengah dan tinggi cenderung tidak dapat mengejar kemajuan teknologi yang berada didunia kerja/industri. Saat masuk ke dunia kerja atau dunia industri, lulusan pendidikan kejuruan masih memerlukan pelatihan dan training tentang teknologi yang sedang digunakan di industri. Permasalahan yang muncul berkaitan dengan hal ini adalah: (1) kompetensi lulusan yang belum optimal, (2) daya serap SMK dan diklat kejuruan terhadap lulusan PTK yang rendah, (3) masalah relevansi antara lulusan dengan kebutuhan masyarakat dan industri, (4) program yang ada di pendidikan kejuruan dibandingkan dengan bidang-­bidang kejuruan yang terbatas, (5) pemahaman visi dan tujuan pendidikan kejuruan dengan para praktisi belum selaras, (6) kepedulian industri terhadap pendidikan kejuruan di Indonesia yang rendah, (7) sarana dan prasarana pendukung pembelajaran di pendidikan kejuruan yang kurang memadai, dan (8) iklim akademik di lingkungan penyelenggara pendidikan kejuruan yang belum kondusif (PK UM, 2012).
Reorientasi pendidikan kejuruan di Indonesia menuntut pengkajian yang mendasar dan tuntas, sehingga mampu memberikan rumusan asas dan prinsip dasar pengembangan pendidikan kejuruan yang relevan. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan rumusan yang mendorong peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan manajemen sekolah kejuruan ataupun diklat kejuruan dalam mendukung pelaksanaan peran strategis pendidikan teknologi dan kejuruan. Tuntutan perubahan di atas mengandung implikasi pada perubahan pendekatan pembelajaran, reformulasi peran guru dan siswa sekolah kejuruan, pendekatan pengembangan media pendidikan kejuruan, evaluasi pembelajaran, yang semuanya memerlukan pengkajian dan penelitian yang mendasar, sistematis, serta berkesinambungan untuk dapat mencapai tujuan pendidikan teknologi dan kejuruan yang diharapkan.  
Selain implikasi pada dunia pendidikan, kebutuhan sumberdaya manusia yang berlatar pendidikan teknologi dan kejuruan sangat dibutuhkan pula pada setiap jajaran di pemerintah daerah, mulai daerah tingkat I, daerah tingkat II, kecamatan sampai ke pedesaan. Dalam era otonomi daerah, tugas-tugas yang sebelumnya dilaksanakan oleh pemerintah pusat kini dilaksanakan oleh pemerintah daerah.  Jabatan-jabatan tertentu yang semula berada di pusat yang dipegang oleh tenaga berkualifikasi master saat ini dilaksanakan di daerah dan diisi tenaga yang berasal dari daerah. Perubahan struktur kelembagaan oleh adanya otonomi daerah mendorong pengembangan paradigma baru bidang pendidikan kejuruan, yang selain berimplikasi pada perlunya pengembangan keilmuan teknologi dan kejuruan juga upaya pemenuhan kebutuhan tenaga ahli pendidikan teknologi dan kejuruan di lembaga-lembaga pemerintahan, khususnya lembaga yang memiliki pendidikan dan pelatihan serta perencanaan pendidikan kejuruan pada instansi yang terkait.
Sebagai tambahan, Program Magister Pendidikan Teknologi dan Kejuruan yang telah dibuka di PPS UNM ini merupakan program Magister  satu-satunya di kawasan timur Indonesia. Saat ini program serupa ada di UNP Padang, UNJ Jakarta, UPI Bandung, UNY Yogyakarta, UNNES Semarang dan UM Malang.
VISI
Visi Program Magister Pendidikan Teknologi Kejuruan PPS UNM adalah: Sebagai penyelenggara pendidikan magister yang unggul dan menjadi rujukan untuk pengem­bangan pendidikan magister dalam bidang pendidikan teknologi dan kejuruan. Sedangkan terkait dengan fungsi dan tugasnya sebagai lembaga pendidikan tinggi andal adalah mampu menghasilkan sumberdaya manusia unggul dalam bidang pendidikan teknologi kejuruan, yang memiliki kepekaan terhadap perkembangan global, nasional, regional dan lokal melalui kegiatan pendidikan penelitian, penerapan IPTEKS kepada masyarakat, dan berwawasan kewirausahaan.
MISI
  1. Menyelenggarakan pendidikan magister untuk menghasilkan tenaga pengembang dalam bidang pendidikan teknologi dan kejuruan.
  2. Menyelenggarakan penelitian dan pengembangan ilmu untuk menghasilkan karya akademik yang unggul dan menjadi rujukan dalam bidang pendidikan teknologi dan kejuruan.
  3. Membangun masyarakat melalui penerapan hasil-hasil penelitian dan kajian dalam bidang pendidikan teknologi dan kejuruan
  4. Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas dan kinerja Program Pascasarjana.
TUJUAN
  1. Menghasilkan Magister Pendidikan Teknologi dan Kejuruan yang berkualitas sesuai dengan sifat akademik dan atau profesionalitas bidang pendidikan teknologi kejuruan, yang memiliki keahlian dan mampu memberikan kontribusi yang berarti bagi pembangunan bangsa dan kemanusiaan.
  2. Menghasilkan hasil-hasil kajian penelitian dan pengabdian yang berkualitas dan bermanfaat baik dalam bidang pendidikan dan non kependidikan, yang dilaksanakan secara terpadu dengan penyelenggaraan program S2 Pendidikan Teknologi Kejuruan
  3. Menjadi pusat inovasi dan invensi, informasi dan layanan dalam bidang pendidikan Teknologi kejuruan, bekerjasama dengan berbagai institusi pendidikan di dalam maupun di luar negeri
  4. Ikut berpartisipasi aktif dalam upaya peningkatan mutu, akses, dan relevansi pendidikan Teknologi kejuruan di Indonesia, khususnya di kawasan timur Indonesia. 
KOMPETENSI LULUSAN
Kompetensi Utama
Kompetensi Utama diberikan untuk membentuk kepribadian dan karakteristik keahlian mahasiswa melalui pengembangan kemampuan interdisipliner dalam mengidentifikasi masalah pendidikan teknologi dan kejuruan, meliputi:
  1. Memahami filosofi, konsep, prinsip dan teori pendidikan teknologi dan kejuruan.
  2. Menguasai ilmu pengetahuan tentang perencanaan dan pengembangan pendidikan dan pelatihan teknologi dan kejuruan yang memenuhi standar kualitas dalam skala lokal, nasional maupun internasional.
  3. Mampu merencanakan dan mengembangkan kurikulum, pembelajaran, sarana prasarana, materi, media, serta sistim evaluasi dan penilaian dalam lingkup pendidikan teknologi dan kejuruan.
  4. Menguasai dan peduli terhadap kebijakan dan strategi pengembangan pendidikan teknologi dan kejuruan dalam skala lokal, nasional, dan global.
  5. Mampu mengorganisasi dan mengelola pendidikan teknologi kejuruan, baik yang berskala lokal, nasional maupun internasional.
Kompetensi Pendukung
Kompetensi Pendukung diberikan untuk membekali mahasiswa agar memiliki wawasan profesional yang lebih luas melalui pengembangan kemampuan meneliti dan kegiatan ilmiah, pengabdian pada masyarakat, meliputi:
  1. Mampu melaksanakan penelitian-penelitian tentang pendidikan teknologi dan kejuruan dan bidang studi kejuruan, serta mengkomunikasikan hasil-hasilnya kepada pihak-pihak terkait, sehingga dapat berperan dalam menyelesaikan masalah-masalah pembangunan
  2. Menguasai Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) untuk mendukung kelancaran penyelesaian studi, kelancaran pengembangan kurikulum dan diklat kejuruan diinstansi asal dan memiliki profesionalisme di masa yang akan datang
  3. Mampu memberikan layanan profesional yang berkualitas dan beretika, melalui kegiatan jasa konsultasi, pemberdayaan masyarakat, dan pemecahan masalah-masalah pendidikan kejuruan dan bidang studi kejuruan
  4. Mampu melaksanakan kerjasama dengan berbagai pihak dalam menyelesaikan berbagai permasalahan pendidikan kejuruan.
  5. Menguasai aspek hukum dan kesehatan dan keselamatan kerja sehingga dapat membantu dunia usaha dan industri dalam mengurangi kecelakaan akibat kerja melalui edukasi kejuruan.
Kompetensi Khusus
Kompetensi Khusus diberikan untuk membentuk kemampuan mahasiswa dalam bidang spesialisasi keahlian melalui pengembangan kemampuan penguasaan bidang studi, mengkaji dan menerapkan teknologi, mengidentifikasi masalah pendidikan teknologi kejuruan, dan pengelolaan pendidikan dan pelatihan teknologi dan kejuruan, meliputi:
  1. Menguasai ilmu pengetahuan terkait bidang studi kejuruan sesuai dengan minat dan kebutuhan dalam menjalankan profesi
  2. Mampu mengaplikasikan ilmu yang terkait dengan bidang studi teknologi dan kejuruan dalam upaya mengembangkan dan meningkatkan mutu pembelajaran pada program pendidikan/pelatihan teknologi dan kejuruan
  3. Mampu merencanakan dan mengelola diklat teknologi dan kejuruan sesuai dengan minat dan kebutuhan dalam menjalankan profesi.
  4. Mampu mengkaji dan menerapkan teknologi terbarukan yang sesuai dengan bidang kahlian masing-masing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar