Artikel Pelajaran Matematika
Matematika adalah salah satu ilmu dasar, yang
semakin dirasakan interkasinya dengan bidang-bidang ilmu lainnya seperti
ekonomi dan teknologi. Peran matematika dalam interaksi ini terletak pada
struktur ilmu dan perlatan yang digunakan. Ilmu matematika sekarang ini masih
banyak digunakan dalam berbagai bidang seperti bidang industri, asuransi,
ekonomi, pertanian, dan di banyak bidang sosial maupun teknik. Mengingat
peranan matematika yang semakin besar dalam tahun-tahun mendatang, tentunya
banyak sarjana matematika yang sangat dibutuhkan yang sangat terampil, andal,
kompeten, dan berwawasan luas, baik di dalam disiplin ilmunya sendiri maupun
dalam disiplin ilmu lainnya yang saling menunjang. Untuk menjadi sarjana
matematika tidaklah mudah, harus benar-benar serius dalam belajar, selain harus
belajar matematika, kita juga harus mempelajari bidang-bidang ilmu lainnya.
Sehingga, jika sudah menjadi sarjana matematika yang dalam segala bidang bisa
maka sangat mudah untuk mencari pekerjaan.
Kata matematika berasal dari kata “mathema”
dalam bahasa Yunani yang diartikan sebagai “sains, ilmu pengetahuan atau
belajar.” Disiplin utama dalam matematika di dasarkan pada kebutuhan
perhitungan dalam perdagangan, pengukuran tanah, dan memprediksi peristiwa
dalam astronomi. Ketiga kebutuhan ini secara umum berkaitan dengan ketiga
pembagian umum bidang matematika yaitu studi tentang struktur, ruang, dan
perubahan. Pelajaran tentang struktur yang sangat umum dimulai dalam bilangan
natural dan bilangan bulat, serta operasi aritmatikanya, yang semuanya
dijabarkan dalam aljabar dasar. Sifat bilangan bulat yang lebih mendalam
dipelajari dalam teori bilangan. Ilmu tentang ruang berawal dari geometri. Dan
pengertian dari perubahan pada kuantitas yang dapat dihitung adalah suatu hal
yang biasa dalam ilmu alam dan kalkulus.
Dalam
perdagangan sangat berkaitan erat dengan matematika karena dalam perdagangan
pasti akan ada perhitungan, di mana perhitungan tersebut bagian dari
matematika. Secara tidak sadar ternyata semua orang menggunakan matematika
dalam kehidupan sehari-hari seperti jika ada orang yang sedang membangun rumah
maka pasti orang tersebut akan mengukur dalam menyelesaikan pekerjaannya itu.
Oleh karena itu matematika sangat bermanfaat sekali dalam kehidupan
sehari-hari.
Salah satu karakteristik matematika adalah
mempunyai objek yang bersifat abstrak ini dapat menyebabkan banyak siswa
mengalami kesulitan dalam matematika. Prestasi matematika siswa baik secara
nasional maupun internasional belum menggembirakan. Dalam pembelajaran
matematika siswa belum bermakna, sehingga pengertian siswa tentang konsep
sangat lemah.
“Menurut Jenning dan Dunne (1999) mengatakan
bahwa, kebanyakan siswa mengalami kesulitan dalam mengaplikasikan matematika ke
dalam situasi kehidupan real.” Hal ini yang menyebabkan sulitnya matematika
bagi siswa adalah karena dalam pembelajaran matematika kurang bermakna, dan
guru dalam pembelajarannya di kelas tidak mengaitkan dengan skema yang telah
dimiliki oleh siswa dan siswa kurang diberikan kesempatan untuk menemukan
kembali ide-ide matematika. Mengaitkan pengalaman kehidupan nyata, anak dengan
ide-ide matematika dalam pembelajaran di kelas sangat penting dilakukan agar
pembelajaran matematika bermakna.
Menurut Van de Henvel-Panhuizen (2000), bila
anak belajar matematika terpisah dari pengalaman mereka sehari-hari, maka anak
akan cepat lupa dan tidak dapat mengaplikasikan matematika. Salah satu
pembelajaran matematika yang berorientasi pada matematisasi pengalaman
sehari-hari dan menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari adalah
pembelajaran matematika realistik.
Pembelajaran matematika relaistik pertama
kali diperkenalkan dan dikembangkan di Belanda pada tahun 1970 oleh Institut
Freudenthal. Pembelajaran matematika harus dekat dengan anak dan kehidupan
nyata sehari-hari.
Biasanya ada sebagian siswa yang menganggap
belajar matematika harus dengan berjuang mati-matian dengan kata lain harus
belajar dengan ekstra keras. Hal ini menjadikan matematika seperti “monster”
yang mesti ditakuti dan malas untuk mempelajari matematika. Apalagi dengan
dijadikannya matematika sebagai salah satu diantara mata pelajaran yang
diujikan dalam ujian nasional yang merupakan syarat bagi kelulusan siswa-siswi
SMP maupun SMA, ketakutan siswa pun makin bertambah. Akibat dari pemikiran
negatif terhadap matematika, perlu kiranya seorang guru yang mengajar
matematika melakukan upaya yang dapat membuat proses belajar mengajar bermakna
dan menyenangkan. Ada beberapa pemikiran untuk mengurangi ketakutan siswa
terhadap matematika.
Salah satunya dengan cara pembelajaran
matematika realistik dimana pembelajaran ini mengaitkan dan melibatkan
lingkungan sekitar, pengalaman nyata yang pernah dialami siswa dalam kehidupan
sehari-hari, serta menjadikan matematika sebagai aktivitas siswa. Dengan
pendekatan RME tersebut, siswa tidak harus dibawa ke dunia nyata, tetapi
berhubungan dengan masalah situasi nyata yang ada dalam pikiran siswa. Jadi
siswa diajak berfikir bagaimana menyelesaikan masalah yang mungkin atau sering
dialami siswa dalam kesehariannya.
Pembelajaran sekarang ini selalu dilaksanakan
di dalam kelas, dimana siswa kurang bebas bergerak, cobalah untuk memvariasikan
strategi pembelajaran yang berhubungan dengan kehidupan dan lingkungan sekitar
sekolah secara langsung, sekaligus mempergunakannya sebagai sumber belajar.
Banyak hal yang bisa kita jadikan sumber belajar matematika, yang penting
pilihlah topik yang sesuai misalnya mengukur tinggi pohon, mengukur lebar pohon
dan lain sebagainya.
Siswa lebih baik mempelajari sedikit materi
sampai siswa memahami, mengerti materi tersebut dari pada banyak materi tetapi
siswa tidak mengerti tersebut. Meski banyak tuntutan pencapaian terhadap
kurikulum sampai daya serap namun dengan alokasi yang terbatas. Jadi guru harus
memberanikan diri menuntaskan siswa dalam belajar sebelum ke materi selanjutnya
karena hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kesalahpahaman siswa dalam
belajar matematika.
Kebanyakan siswa, belajar matematika merupakan beban berat dan membosankan, jadinya siswa kurang termotivasi, cepat bosan dan lelah. Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal di atas dengan melakukan inovasi pembelajaran. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain memberikan kuis atau teka-teki yang harus ditebak baik secara berkelompok ataupun individu, memberikan permainan di kelas suatu bilangan dan sebagainya tergantung kreativitas guru. Jadi untuk mempermudah siswa dalam pembelajaran matematika harus dihubungkan dengan kehidupan nyata yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari.
Kebanyakan siswa, belajar matematika merupakan beban berat dan membosankan, jadinya siswa kurang termotivasi, cepat bosan dan lelah. Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal di atas dengan melakukan inovasi pembelajaran. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain memberikan kuis atau teka-teki yang harus ditebak baik secara berkelompok ataupun individu, memberikan permainan di kelas suatu bilangan dan sebagainya tergantung kreativitas guru. Jadi untuk mempermudah siswa dalam pembelajaran matematika harus dihubungkan dengan kehidupan nyata yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan Penulisan
Suatu pembelajaran matematika tidaklah sulit, ada cara untuk mempermudah dalam belajar matematika yaitu dengan cara Pembelajaran Matematika Realistik. Dimana pembelajaran ini menghubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Dalam penulisan makalah ini bertujuan:
1. Untuk mempermudah siswa dalam belajar matematika dapat menggunakan dalam pembelajaran matematika realistik.
2. Guru dalam menyampaikan materi harus mempunyai strategi dalam pembelajaran matematika, supaya siswa tidak bosan dalam pembelajaran matematika.
3. Supaya siswa mengetahui betapa menyenangkan mempelajari matematika.
4. Untuk mengetahui lebih jelas lagi tentang pembelajaran matematika realistik.
5. Untuk memaparkan secara teori pembelajaran matematika realistik.
6. Untuk pengimplementasian pembelajaran matematika realistik.
7. Kaitan antara pembelajaran matematika realistik dengan pengertian.
Suatu pembelajaran matematika tidaklah sulit, ada cara untuk mempermudah dalam belajar matematika yaitu dengan cara Pembelajaran Matematika Realistik. Dimana pembelajaran ini menghubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Dalam penulisan makalah ini bertujuan:
1. Untuk mempermudah siswa dalam belajar matematika dapat menggunakan dalam pembelajaran matematika realistik.
2. Guru dalam menyampaikan materi harus mempunyai strategi dalam pembelajaran matematika, supaya siswa tidak bosan dalam pembelajaran matematika.
3. Supaya siswa mengetahui betapa menyenangkan mempelajari matematika.
4. Untuk mengetahui lebih jelas lagi tentang pembelajaran matematika realistik.
5. Untuk memaparkan secara teori pembelajaran matematika realistik.
6. Untuk pengimplementasian pembelajaran matematika realistik.
7. Kaitan antara pembelajaran matematika realistik dengan pengertian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar